Skip to main content

Posts

Featured

Chamonix dan Bagaimana Saya Mengenal Ultra Trail

Hari ke 6 saya harus pulang ke Munich, tapi serupa liburan di kediaman Oma dan Opa di Kassel (liputan Kassel). Chamonix memiliki tempat tersendiri di jiwa saya. Alpen. 
Saya mulai mengurangi travelling yang hanya dua hari jika memerlukan jarak jauh. Minimal 3 hari atau mungkin lebih. Saya ingin lebih intim, lebih bermakna, ingin menjalin persahabatan dengan tempat dan kenangan.   Ada saatnya kita menjalin persahabatan dengan warga sekitar, atau mungkin ada saatnya menjalin persababatan dengan orang yg baru kita kenali, atau ada saatnya diam berjam-jam memperhatikan orang berlalu lalang, atau membaca sejarah dan kisah tempat tersebut, atau belajar hal baru dari komunitas tertentu. Yang penting ada ikatan kenangan tersendiri yang tidak lewat saja. Sehingga perjalanan saya tidak sia-sia, hasil main saya tidak hanya tentang menginjak dan melihat. Tidak hanya tentang "pernah ke sana". Saya belajar.

Puncak tertinggi Chamonix: Mont Blanc, bagai sesosok bijaksana yang kokoh dan kua…

Latest Posts

Liputan Documenta 14 - Kegelisahan Seniman

LayarKita - Kontribusi dalam Kehidupan Bersama Komunitas

U-Bahnhof di Munich

Freistunde - Pengantar Ringan Sekolah Demokrasi

Tergulung Gelombang Pusaran Amuk (Ulasan buku)

Pembuatan SIM Internasional - Gimana sih caranya?

Apakah Membenci Adalah Sebuah Bentuk Partisipasi?

Statement, Recognition, Identity

Ada Apa Dengan Cinta 2 | Kisah 14 Tahun Kemudian (SPOILER LOH)

Caramel dan Kisah Perempuan