Goethe Institut Bandung (perpustakaan review)

Setelah lama sekali tidak menulis tetapi liat traffic blog saya yang ternyata sehari masih suka ada yang buka beberapa orang, akhirnya saya semangat untuk posting lagi. I don't really have an idea for fashion talk jadi saya akan coba review tempat favorit saya di Bandung.

Goethe Institut (Pusat Kebudayaan Jerman)

Diambil dari nama seorang sastrawan dan pemikir Jerman Johann Wolfgang von Goethe adalah sebuah tempat berbagi segala hal tentang Jerman. Di Goethe Institut ini terdapat tempat les dan perpustakaan. Berhubung saya belajar bahasa Jerman di kampus saya jadi biasanya saya nongkrong di perpustakaannya. Ngapain di perpustakaan?
Selain pinjem buku, kita juga bisa nonton dvd film Jerman, berselancar internet, atau bengong-bengong sendiri juga boleh.



Dimana kamu bisa menemukan Goethe Institut?
Alamat Goethe Institut Bandung Jl. LLRE Martadinata 48 (atau biasa disebut juga Jl. Riau) (daerah yang sepanjang jalan ada Factory Outletnya diapit antara Sekolah Taruna Bakti dan Graha Kompas Gramedia)

Kalau mau sekedar liat-liat aja boleh. Tapi kalau pengen daftar jadi anggota perpustakaan kamu harus siapkan foto sama uang 30rb rupiah. Uang yang dibiarkan untuk pembayaran 1 tahun dan jika kamu ingin pinjam buku, majalah atau DVD kamu nggak perlu bayar lagi. Di dalem perpustakaan kamu nggak boleh makan apalagi nginep atau konser nyanyi.

Apa yang membuat saya betah disini?
1. Ada wifi, gratis dan kenceng (tapi cuma buat peserta kursus atau anggota perpustakaan) hail me!
2. Buku bahasa Jermannya lumayan komplit (walaupun lebih komplit di Goethe Institut Jakarta atau di Jerman sana) iyalah
3. Dvd nya tentang Jerman lumayan komplit
4. Bisa latihan soal kalau mau ujian
5. Sepi dan cozy
6. Pisang goreng ibu kantinnya enak banget (tapi bikinnya ngga rutin)
7. Herr Rudi sang pustakawan. Bertahun-tahun malang melintang di dunia perpustakaan, baru Herr Rudi yang menurut saya adalah seorang pustakawan sejati dan pustakawan tuh memang seharusnya seperti itu. Kenapa?

1. Ramah.
Pustakawan di perpustakaan kampus atau Perpustakaan daerah kebanyakan jutek dan senang cemberut. Seperti menunjukkan bahwa perpustakaan adalah tempat yang sangat membosankan, menjengkelkan dan mereka disana hanya semata-mata karena pekerjaan. Kalau bukan karena saya suka banget baca buku saya malas lagi untuk datang dan bertemu mereka-mereka yang jutek. Tapi Herr Rudi jauh dari kata jutek.

2. Hapal semua letak buku ada dimana.
Jika kamu sangat malas untuk mencari sebuah buku di rak, atau kamu sudah mencari dan tidak ketemu. Tanya Herr Rudi maka beliau akan menunjukkan jalan yang terang. (ceileh). Tinggal sebutkan buku seperti apa yang kamu cari, bahkan kamu tidak hapal judulnya pun tidak masalah, biasanya Herr Rudi dapat menebak buku yang kamu maksud.






Itu semua salah satu sudut-sudut ruangan di Goethe. Di Goethe juga ada berbagai majalah yang langsung diimpor dari Jerman sana untuk bisa kita baca. Kebanyakan waktu saya dihabiskan disini, saya pernah dari buka sampai perpus tutup ngejamur disini. Betah. Uda jadi kaya rumah ke dua sih. Di Goethe juga ada layanan informasi kalau kamu pengen tinggal dan menetap di Jerman. Pokonya kamu belum Jerman banget kalau belum ke Goethe Institut. hehe




Buat yang tertarik bahasa, negara, kebudayaan Jerman coba main ke sini deh. Meet me there!
Oh iya banyak bergaul di Goethe Institut juga nambah info kegiatan keren misal konser Jazz musisi Jerman, screening film gratis, pameran keren. Dan biasanya GRATIS!

For more info
www.goethe.de/bandung

atau email ke info@bandung.goethe.org


Comments

Popular Posts