U-Bahnhof di Munich

Jerman memiliki berbagai macam transportasi publik, namun yang utama terdiri dari 4 macam: kereta antar kota / dalam kota (kereta dalam kota akan saya sebut S-bahn), kereta bawah tanah (U-bahn), kereta jaman dulu yang tidak terlalu cepat (Tram-bahn), lalu bis. Selain itu beraktifitas di Jerman dapat menggunakan sepeda, kaki, mobil, motor dll. Tulisan ini akan saya perkecil lagi, pertama saya tidak akan membahas transportasi publik di negara Jerman secara keseluruhan karena bakal banyak banget sekalian aja bikin buku. Cukup di satu kota tempat saya tinggal yaitu Munich dalam bahasa Jerman Muenchen (u memakai u umlaut yaitu u yang memiliki dua titik di atasnya). Kali ini saya akan sebut kota memakai versi bahasa yang paling banyak dipakai di dunia: Munich karena laptop bukan laptop versi Jerman dan u-umlaut ribet.
Tulisan akan saya perkecil lagi, saya tidak akan banyak membahas mengenai semua transportasi, hanya u-bahn, itu pun terfokus pada U-Bahnhof alias stasiun kereta bawah tanah.

Kenapa U-Bahnhof?



Sekitar dua minggu lalu guru saya memberi tugas presentasi mengenai karya seni yang biasa ditemukan di jalan-jalan. Bisa dimanapun mengenai apapun, apakah itu patung, lukisan, grafiti atau berbagai karya seni yang menarik untuk dibahas. Setelah berpikir, memilah dan menimbang saya memutuskan untuk bercerita mengenai arsitektur atau seni yang bisa ditemukan di U-Bahnhof, alasannya sederhana, karena biasanya untuk hal-hal sepele orang tidak terlalu mempedulikan, apalagi U-Bahnhof atau stasiun kereta bawah tanah di mana penduduk Munich sibuk berlalu lalang dengan tempo cepat berperan seperti saksi bisu kesibukan rutinitas manusia. Saya tidak tahu apakah penduduk ini memperhatikan bagaimana usaha pemerintah Jerman menaruh sentuhan seni pada stasiun. Walaupun ibu angkat saya di sini sempat memberi informasi mengenai peraturan yang mengharuskan warga Jerman untuk mencantumkan unsur "seni" pada setiap bangunan publik yang hendak dibangun atau telah dibangun. Saya sendiri melakukan beberapa pencarian info mengenai hal tersebut namun belum menemukan aturan secara tertulis selain info bahwa pemerintah Jerman biasanya membantu secara finansial sekitar 1 - 4 % untuk pembangunan sebuah instalasi seni di bangunan publik. (Alangkah bahagianya jika ada pelajar arsitektur yang mengetahui informasi ini dan ikut berbagi)

Saya melalukan ekspedisi "jalan-jalan" naik turun kereta bawah tanah (dalam tulisan ini selanjutnya akan saya sebut u-bahn) untuk menemukan beberapa stasiun kereta bawah tanah (selanjutnya akan saya sebut U-Bahnhof) dengan desain yang menarik untuk dicari asal usulnya dan kapan pembuatannya. Untuk teman-teman dari Indonesia yang tinggal di Munich, mungkin nanti bisa dicek juga U-Bahnhof yang akan saya ceritakan di bawah dan pendapatnya mengenai seni yang dibubuhkan pada dinding bangunan.

Kilas Balik Singkat

Transportasi publik tertua di Munich yang masih digunakan hingga saat ini adalah Tram-bahn, dahulu penduduk Munich belum menggunakan Tram listrik sebagai kendaraan sehari-hari, tram ditarik kuda atau disebut juga sebagai Pferde-bahn (nenek moyang Tram-bahn), berlangsung seperti itu hingga  Tram-bahn menjadi transportasi utama yang digunakan berbagai kalangan penduduk Munich, alhasil Tram-bahn mengalami lonjakan pemakai hingga selalu penuh.

Lalu pada 1 September 1839 dimulai lah pembukaan Muenchen-Augsburger-Eisenbahn alias kereta dalam kota bisa dibilang itu awal mula penggunaan S-Bahn. Tahun 1893 Johannes Lehnert mengusulkan agar pemerintah Munich tidak hanya berfokus pada transportasi publik "di atas tanah" melainkan mulai membangun rel bawah tanah dari Stasiun Utama menuju Maximiliansplatz.

Usulan-usulan dipertimbangkan dan dipikirkan lalu diselingi dahulu Perang Dunia I hingga tahun 1928 diperkenalkan lah untuk pertama kali rancangan umum 5 jalur U-Bahn. Lalu selanjutnya pembangunan pertama kali dilaksanakan pada tanggal 1 Februari 1965 dengan Stasiun pertama yang dibangun adalah Schenkendorfstrasse (sekarang berganti nama menjadi Nordfriedhof).

Transportasi publik ini sekarang mengangkut sekitar 900.000 penduduk Munich SETIAP HARI, pertama kali dibuka untuk umum yaitu tahun  1971 karena tahum 1972 diselenggarakan Olympic di Jerman disadari atau tidak U-Bahn adalah penolong umat.

Bisa dibilang U-Bahn tergolong anak baru dari sejarah pertransportasian Munich, karena sampai sekarang pun U-Bahn masih terus dikembangkan dan dibangun jalur-jalur teranyar.



Seni dalam U-Banhof

Topik utama dalam tulisan saya kali ini lebih kepada U-Bahnhof dan keindahannya. Pembangunan U-Bahnhof adalah hasil kerja sama antara Insinyur, ilmuwan, pemberi modal, pekerja dan masih banyak pihak yang langsung tidak langsung terlibat. Arsitektur yang mengikuti keutamaan pembangunan sebuah stasiun dengan tingkat efisiensi dan keamanan. Contohnya cat untuk tembok sebaiknya yang mudah dibersihkan namun tahan gesekan, di dalam buku U-Bahn Architektur In München, Jerman memiliki standar cat tersendiri yang mengikuti standar pencahayaan yang juga ada standarnya.

U-Bahnhof pertama yang menurut saya menarik adalah:

1. Schwanthalerhöhen

U-Bahnhof yang dilewati oleh U-Bahn 4 dan U-Bahn 5 dibuka untuk umum pada 10 Maret 1984. Desain tembok pada U-Bahnhof disesuaikan dengan "Messegelände" tahun 1998. Jika melewati U-Bahnhof ini pengguna U-Bahn akan diperlihatkan desain berbagai bendera negara-negara juga bayangan orang-orang seperti sedang menunggu U-Bahn maupun melakukan berbagai aktifitas. Perancangnya adalah seorang arsitek bernama Großkopf dan Schnetzer. Messegelände sendiri adalah pusat Eksibisi di Munich yang adalah salah satu seri dari 20 bangunan utama di Munich yang digunakan untuk berbagai acara Internasional.



2. Georg-Brauchle-Ring

Nama U-Bahnhof yang diambil mengikuti Walikota ke-2 Munich, Georg Brauchle katanya ketika pembukaan dinobatkan sebagai U-Bahnhof tercantik se-Munich. Pembukaannya pun tergolong baru, yaitu 18 Oktober 2003. Perancang utamanya Burkhard Schäffer tapi yang melukis semua kesenian di dinding orang lain, yaitu seniman Franz Ackermann. Tema karya seni pada dinding U-bahnhof adalah "Die Große Reise" artinya perjalanan yang megah atau besar. Sesuai dengan tema, gambar-gambar yang ada pada dinding U-Bahnhof terdiri dari berbagai tempat di dunia, bahkan ada Candi Borobudur dari Indonesia, mungkin jika diperhatikan lagi lebih seksama ada tempat lain lagi dari Indonesia. Di sini juga seru untuk bermain tebak tempat melalui gambar-gambar yang ada di dinding U-Bahnhof. Kalau mau ke sini gunakan U-Bahn 1.



3. Olympia-Einkaufszentrum

Entah kenapa saya merasa jalur U-Bahn 1 adalah jalur yang paling banyak memiliki U-Bahnhof "nyeni", selain Georg-Brauchle-Ring satu stasiun di dekatnya ada Olympia-Einkaufszentrum dengan desain modern sophisticated. U-Bahnhof yang dihebohkan dengan insiden penembakan Juli kemarin berdesain Pyramidenförmigen yang akan memantulkan cahaya indah. Seniman yang merancang instalasi adalah Olaf Metzel dengan nama "Erst rechts, dann links, dann immer geradeaus" (yang belajar bahasa Jerman pasti langsung inget bab nanya jalan). Jika datang ke U-Bahnhof ini "baru" nya memang terasa, sangat tahun 2000an dan memang baru dibuka untuk umum 28 Okt 2007.



4. Theresienwiese

Stasiun utama jika ingin mengunjungi Oktoberfest! Yap desain U-Bahnhof nya pun menyesuaiakan dengan acara tahunan paling ditunggu dan terkenal dari Munich: Oktoberfest. Pelukis dari instalasi temboknya adalah Ricarda Dietz. Warna U-Bahnhof campuran antara gelap dan kuning adalah "warna" Munich agar pengguna U-Bahn langsung teringat gentong bir dan tenda bir.



5. Königsplatz

Last but not least adalah Königsplatz, salah satu U-Bahnhof yang paling sering saya lewati dan memang "nyeni". Di sini bahkan terdapat pameran patung kecil yang sengaja dibuat untuk menarik pengguna U-Bahn agar datang ke Museum dan Galeri di Munich terutama 3 Museum Pinakotek. U-Bahnhof ini dibuka 18 Oktober 1980, diberi nama Königsplatz untuk mengingatkan pengguna pada Raja Bayern. Walaupun instalasi yang ada di U-Bahnhof hanya replika, penjelasan yang dicantumkan cukup menarik, salah satunya adalah figur Tentara Yunani yang sedang bertempur melawan suku Turk diibaratkan seperti seorang ibu yang melindungi anaknya.




Selain dari U-Bahnhof yang disebutkan di atas saya juga tertarik dengan instalasi semacam pameran sejarah di Gern. Beberapa U-Bahnhof di bawah ini juga memiliki instalasi unik dan indah:

  • Candidplatz U1
  • Dülferstraße U2
  • Garching U6
  • Moosach U3
  • St-Quirin-Platz U1
  • Thalkirchen U3
  • Westfriedhof U1
  • Gern U1 & U7
Teman-teman yang bermukim di Munich dan punya banyak waktu luang mungkin bisa berkunjung, atau secara kebetulan melewati U-Bahnhof tersebut bisa diperhatikan lebih seksama desain arsitektur seni yang disematkan. 


Daftar Pustaka:
Die Münchner U-Bahn Gesichchte - Streckennetz - Fahrzeuge
Wolfgang Pischek & Holger Junghard, Gera Mond 2012

Münchner Schienennahverkehr Tram. S-Bahn. U-Bahn. O-Bus
Peter Schriicker, Gera Mond 2005

U-Bahn Architektur In München
Christoph Hackelsberger, Prestel 1997

Comments

Popular Posts